Bantul, – Ratusan orang tidak beranjak dari tempat duduk walau cuaca sedang hujan, hanya untuk mengikuti kegiatan Ngamen Syafaat di Lapangan Sepakbola Sudarsono Petir, Srimartani, Piyungan, Bantul (11/11/2024) malam.
Acara yang di gelar sejumlah warga Bantul yang menamakan Sinergi Gerakan Rakyat Bantul (ESGERABA) bekerjasama dengan manajemen Kyai Kanjeng menggelar pentas NGAMEN SYAFAAT dengan tema “NYAWIJI NGAJI WENGI”.
Presidium ESGERABA Andi Rudin Sitopan mengatakan bahwa adanya pengajian, sholawatan dan dzikir wengi ini untuk mengajak warga Bantul agar bersama sama mensukseskan gelaran Pilbub Bantul 2024 dalam suasana yang kondusif.
“Bedo pilihan rapopo, sing penting njogo suasana aman damai ben Bantul tetep ayem tentrem (meskipun berbeda pilihan namun yang penting bisa menjaga situasi damai agar Bantul tetap tentram),” ucap Andi didampingi oleh anggota Pokja Nyawiji seperti Sujiyono, Jabun Banyu Langit dan Heri Panji Wulung.
Andi menambahkan sudah saatnya Kabupaten Bantul kedepannya dipimpin oleh sosok pemimpin yang berkualitas.
“Dengan dipimpin oleh sosok pemimpin yang berkualitas, cerdas, berpandangan luas, bisa mengayomi masyarakat dan mensejahterakan, Kabupaten Bantul akan makin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Andi menjelaskan, hanya pasangan Untoro-Wahyudi yang dianggap sangat kompeten dan berkualitas untuk memimpin Bantul.
“Kita semua tahu, Pak Untoro seorang Dokter, dan Pak Wahyudi mantan anggota DPRD Bantul yang sekarang menjadi lurah dan tokoh masyarakat. Kurang berkualitas apalagi mereka berdua,” jelasnya.
Eko Wintolo selaku pemangku acara saat ditemui di sela acara mengatakan pentas ini dimaksudkan untuk sedikit menurunkan suhu politik dengan melantunkan dzikir, sholawat dan pengajian malam hari diiringi musik gamelan khas Kyai Kanjeng yang selama ini sudah dikenal dengan pentas Mocopat Syafaat.
“Kita mencoba menyatukan warga Bantul dengan lantunan sholawat dan dzikir di waktu malam hari melalui musik iringan musik Kyai Kanjeng”, ucap Eko Wintolo.
“Mengingat tujuan itu, maka tema pentasnya adalah Nyawiji yang berarti dadi siji (satu) atau menyatu dalam majelis Ngaji (pengajian) di waktu Wengi atau malam hari”, lanjut Eko Wintolo yang juga salah satu anggota Presidium Sinergi Gerakan Rakyat Bantul.
Sementara itu Ki Yoyock Suryo sebagai pemandu acara Ngamen Syafaat saat di temui mengatakan, sebagai warga Bantul dirinya merasa senang dengan adanya acara ini.
“Semoga dengan adanya acara Ngamen Syafaat ‘Nyawiji Ngaji Wengi’ masyakat Bantul tidak gesekan di akar rumput dan makin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tegasnya.
Dzikir dipimpin oleh Mbah Kyai Jalal Asnawi, sedangkan sholawatan khas Piyungan dan pengajian oleh Kyai M. Jawis Masruri.
Juga hadir Wahyudi Anggoro Hadi (Lurah Panggungharjo dan pengurus Lakpesdam NU Panggungharjo, Sewon), serta tokoh masyarakat Srimartani, Kembangsari, Bulusari dan Sanansari.